Berbeda
dengan real conditionals, makna dari
kalimat conditional tipe ini selalu bertolak belakang dengan kenyataan (fakta).
Artinya, jika faktanya dalam kalimat positif (affirmative), conditionalnya
pasti dalam kalimat negatif; Sebaliknya, jika faktanya dalam kalimat negatif,
conditionalnya harus dalam kalimat positif.
Ada
dua tipe kalimat unreal conditionals, yaitu: jika faktanya dalam simple present
tense dan jika faktanya dalam simple past tense. Unreal conditionals dapat
dibuat dengan menggunakan conjunctions “if” (seperti halnya dalam real
conditionals), dengan menginversi (menempatkan kata bantu) ke depan subject
kalimat, dengan menggunakan “as if” atau “as though“, dan verb “wish“.
Penggunaan verb “wish” ini akan dibandingkan dengan penggunaan verb “hope“.
A.
Unreal conditionals jika faktanya dalam simple present tense
a.
Jika faktanya dalam simple present tense atau future tense, maka conditionalnya
mengikuti pola berikut:If + S + verb2,
S +would/could/might+ Verb1
Contoh:
If
the teacher didn’t speak quickly, I could understand better what he is teaching
about. (Jika guru itu tidak berbicara dengan cepat, saya dapat memahami dengan
lebih baik apa yang dia sedang ajarkan). Fakta dari kalimat ini adalah: the
teacher speaks quickly, so that, I can’t understand well what he is teaching
about.
He
could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini).
Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.
If
I had a pair of wings, I would fly high. (Jika saya punya sepasang sayap, saya
mungkin terbang tinggi). Faktanya: I don’t have a pair of wings, I cannot fly
high.
Perhatikan:
Selalu
gunakan be “were”; Be “Was” tidak pernah digunakan dalam unreal conditional
(lihat contoh 2).
Jika
main clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat positif
(affirmative), faktanya harus dalam kalimat negatif. Sebaliknya, jika main
clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat negatif, maka
faktanya harus dalam kalimat positif.
B.
Unreal conditionals jika faktanya dalam simple past tense
Jika
faktanya dalam simple past tense atau past future tense, maka conditionalnya
mengikuti formula berikut:If + S + had +verb3,
S +would/could/might + have
+Verb3
Contoh:
If
Robby had not gone to a movie last night, he would not have met Susan (jika
Robby tidak pergi nonton film (di bioskop) tadi malam, dia tidak akan berjumpa
dengan Susan). Fakta dari kalimat ini adalah: Robby went to a movie last night,
then, he met Susan.
If
the German football team had played well, it could have beaten Spanish team
(jika team sepak bola Jerman bermain bagus, team itu dapat mengalahkan team
Spanyol). Faktanya: German foot ball team didn’t play well, it couldn’t beat
the Spanish team.
You
could have answered the questions well If you had studied well last night (kamu
dapat menjawab soal-soal dengan baik, jika kamu belajar dengan baik tadi
malam). Faktanya adalah: you couldn’t answer the questions well, because, you
didn’t study well last night.
Perhatikan:
Unreal condition yang kedua ini juga dapat diekspresikan dengan menempatkan
auxiliary had di awal kalimat. Arti kalimat tidak berubah. Dalam hal ini, kata
if tidak digunakan. Jika formula berikut yang digunakan, main clause selalu
ditempatkan di belakang (setelah sub-clause).
Had
+ S + verb3, S + would/could/might +
have +Verb3
Contoh:
Had
Robby not gone to a movie last night, he would not have met Susan.
Had
the German football team played well, it could have beaten the Spanish team.
Had
you studied well last night, you could have answered the questions well.
Penggunaan
As if/As though dalam unreal conditionals
Conjunction
as if atau as though (artinya: seolah-olah) juga dapat digunakan untuk
mengekspresikan situasi yang bertolak belakang dengan kenyataan. Untuk tujuan
ini, verb yang mengikuti conjunction ini harus dalam bentuk past tense (verb2)
atau past perfect tense (had + verb3).
S
+ verb1 + as if/as though + S + verb2
Contoh:
Norman
behaves as if he were a president. (Norman berperilaku seolah-olah dia seorang
presiden). Faktanya, he is not a president.
You
look as though you saw a ghost (you tampak seolah-olah kamu melihat setan).
Faktanya, you don’t see a ghost.
The
plant grows fast as if it were 5 years old (tanaman itu tumbuh cepat
seolah-olah tanaman itu berumur 5 tahun). Faktanya, the plant is 1 years old.
S
+ verb2 + (as if/as though) + S + had +
verb3
Contoh:
Ali
talked about the contest as if he had won the grand prize. (Ali bercerita
tentang kontes itu seolah-olah dia telah memenangkan hadiah utama). Faktanya,
he didn’t win the grand prize.
He
spoke as though he had not stolen the money. (Dia berkata seolah-olah dia tidak
mencuri uang itu). Faktanya, he stole the money.
She
cried as though she had not been happy at all. (Dia menangis seolah-olah dia
tidak bahagia sama sekali) Faktanya, she was happy at all (itu tangis
kebahagiaan kali!).
Penggunaan
Wish/ hope dalam conditional sentences
Verb
wish dan hope sama-sama berarti berharap, tetapi penggunaannya dalam kalimat
sangat berbeda. Hope digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang mungkin
terjadi atau akan mungkin terjadi. Sebaliknya, wish digunakan untuk menyatakan
sesuatu yang pasti tidak terjadi atau tidak akan mungkin terjadi. Hope dapat
diikuti oleh verb dalam sembarang tensis; wish tidak dapat diikuti oleh verb
dalam simple present tense atau modal
auxiliary simple present tense.
Perhatikan
perbedaan penggunaan wish dan hope pada contoh-contoh di bawah ini:
We
hope that they can come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Dalam
kalimat ini subject we tidak tahu apakah they bisa datang atau tidak. Tetapi,
ada kemungkinan bahwa they bisa datang.
We
wish that they could come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Di sini,
we sudah tahu bahwa they tidak bisa datang. Faktanya adalah: they can’t come.
I
hope that they came yesterday. (saya berharap kamu datang kemarin). Di sini, I
tidak tahu apakah they datang atau tidak kemarin.
I
wish that they had come yesterday. (saya berharap bahwa mereka datang kemarin).
Di sini, I sudah tahu bahwa they didn’t
come yesterday. Faktanya adalah: they didn’t come yesterday.
Jadi,
clause yang mengikuti wish clause pada prinsipnya adalah unreal conditional.
Penggunaan
wish dalam unreal conditionals ada 3, yaitu: future wish, present wish, dan
past wish.
a.
Future
wish :
S + wish + (that) + S + could
+ verb1/would +verb1were + verb-ing
Note:
Penggunaan relative pronoun “that” adalah optional (bisa digunakan, bisa juga
tidak):
Contoh:
I
wish my friend would visit me this afternoon. (Saya berharap teman saya akan
mengunjungi saya sore ini). Faktanya: my friend will not come this afternoon.
They
wish that you could come to the party tonight. (Mereka berharap bahwa kamu bisa
datang sebentar malam). Faktanya: you can’t come.
Bobby
wishes he were coming with Angelia.
(Bobby berharap dia datang dengan Angelia). Faktanya: Bobby is not
coming with Angelia.
b.
Present
wish
S + wish + (that) + S + verb2
Contoh:
I
wish I were rich. (Saya berharap saya kaya). Faktanya adalah: I am not rich.
I
wish I had enough time to finish my work. (Saya berharap saya punya cukup waktu
untuk menyelesaikan pekerjaan saya). Faktanya: I don’t have enough time to
finish my work.
John
wishes that Ririn were old enough to be his girl friend. (John berharap bahwa
Ririn cukup umur untuk menjadi pacarnya). Faktanya: Ririn is not old enough to
be John’s girl friend.
I
wish I didn’t have to come to class today.
(Saya berharap saya tidak harus pergi kuliah hari ini). Faktanya: I have
to go to class today.
I
wish my TOEFL score were over 650 now. (Saya berharap nilai TOEFL saya sekarang
lebih dari 650). Faktanya: my TOEFL score is not over 650 now.
c.
Past
wish
S
+ wish + (that) + S + had + verb3
could
+ have + verb3
Contoh:
I
wish I had washed my clothes yesterday. (Saya berharap saya telah cuci
pakaian-pakaian saya kemarin). Faktanya: I didn’t wash my clothes yesterday.
Irwan
wishes that he had answered the questions well. (Irwan berharap bahwa dia telah
menjawab soal-soal dengan baik). Faktanya: Irwan didn’t answer the questions
well.
Christian
Ronaldo wishes that his team could have beaten the German team. (Christian Ronaldo berharap bahwa teamnya
dapat mengalahkan team Jerman). Faktanya: Christian Ronaldo’s team couldn’t
beat the German team.
I
wish you had been here last night. (Saya berharap kamu ada di sini tadi malam).
Faktanya: you were not here last night.
Now
it’s time to check your understanding in conditional sentences. To do so,
please click the following link:
Practice test 7: Conditional Sentences!
jooooooooshhhhhhh
BalasHapus