Selasa, 18 Desember 2012

Tugas Artikel Pengantar Ilmu Pendidikan


Siapkah Bangsa Indonesia Melakukan Perubahan Kurikulum 2013 ?
Oleh
Wahyu Fahmi Pribadi
2201412004
Pendidikan Bahasa Inggris/ Bahasa dan Sastra Inggris
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Semarang


Abstrak
Rencana perubahan kurikulum pada sistem pendidikan di Indonesia nampaknya manjadi kabar yang sedang muncul di permukaan dan menjadi isu terhangat dalam dunia pendidikan Indonesia.
Rencana perubahan kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 akan lebih berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Sejak tahun 2010 pemerintah mulai menggodok kurikulum pendidikan nasional baru sebagai pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 atau sering disebut dengan KTSP 2006. Alasannya, kurikulum lama sudah ketinggalan zaman dan tidak menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi berpikir analisis dan kreatif.
Dengan bergantinya kurikulum 2013 nanti,apakah bangsa ini bisa mencapai tujuan pendidikan nasional Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki tingkat kompetensi berpikir yang analisis dan kreatif ?. Apakah keadaan tingkat pendidikan semakin membaik ?, atau mungkin menjadi lebih buruk daripada sistem kurikulum sebelumnya ?.
Isi
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan. Pendidikan adalah bantuan yang diberikan secara sengaja kepada peserta didik dalam pertumbuhan jasmani maupun rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa. Pendidikan adalah proses bantuan dan pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik atas pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohaninya secara optimal.
Pendidikan adalah suatu bagian yang vital bagi suatu negara. Sumber daya manusia ( SDM ) dalam suatu negara bisa terlihat dari tingkat pendidikannya, semakin tinggi kualitas dan tingkat pendidikan disuatu negara, maka semakin tinggi pula tinggi pula tingkat sumber daya manusianya. Begitu pula dengan sebaliknya, semakin rendah kualitas dan tingkat pendidikan disuatu negara, maka tak heran pula, sumber daya manusianya akan mempunyai tingkat pendidikan yang rendah.
Hal ini bisa terlihat pada perbedaan tingkat perkembangan di suatu negara. Negara-negara maju, seperti Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Cina, dan Jerman memiliki tingkat pendidikan yang tinggi sehingga tak heran jika orang-orang di negara-negara maju itu bisa satu langkah atau bahkan dua langkah lebih maju dibandingkan dengan negara-negara lain (baca:negara berkembang). Lain halnya dengan tingkat pendidikan pada negara-negara berkembang, seperti Thailand, Laos, Myanmar, dan Indonesia. Di negara-negara berkembang ini, tingkat pendidikannya masih standar-standar biasa saja. Tetapi tak kalah hebatnya dengan negara-negara maju di dunia, negara-negara berkembang ini juga selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan negaranya, dengan itu negara-negara berkembang akan bisa menjadi negara maju dengan mutu pendidikannya.
Pendidikan tidak akan terlepas dengan apa yang disebut dengan sistem pendidikan, karena sistem pendidikan adalah keseluruhan komponen-komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan.
Didalam suatu sistem pendidikan pastilah terdapat suatu acuan dalam sistem pendidikan. Perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan atau perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus yang berisikan uraian bidang studi yang terdiri atas beberapa macam mata pelajaran yang disajikan secara kait-berkait atau sering disebut dengan kurikulum.

Adagium yang menyatakan bahwa “ ganti menteri, ganti kurikulum ” tak sepenuhnya salah. Belum semua sekolah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006, dan kini kurikulum akan berganti lagi dengan kurikulum 2013.
Sebelum itu juga sudah ada Kurikulum 1984, Kurikulum yang menekankan Cara Belajar Siswa Aktif ( CBSA ), Kurikulum 1994, dan kurikulum 2004 yang dikenal dengan nama Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ). Sejak tahun 2010 pemerintah mulai mengasah kurikulum pendidikan nasional baru sabagai pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) tahun 2006, dan alasan mengapa sering berganti kurikulum adalah menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga tidak ketinggalan zaman dan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi berpikir analitis dan kreatif.
Perkembangan Kurikulum di Indonesia
  Tahun
Perkembangan Kurikulum
1947
Rencana Pelajaran dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai
1964
Rencana Pendidikan Sekolah Dasar
1968
Kurikulum Sekolah Dasar
1973
Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan ( PPSP )
1975
Kurikulum Sekolah Dasar
1984
Kurikulum 1984
1994
Kurikulum 1994
1997
Revisi Kurikulum 1994
2004
Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK )
2006
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP )
2013
Kurikulum 2013
Sumber : Kompas.com ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )
Perubahan sistem kurikulum dari tahun ke tahun nampaknya belum berjalan dengan maksimal, terbukti dengan cara mengajar guru yang di depan kelas dan tidak berubah. Guru tetap sebagai pusat pembelajaran, sedangkan siswanya hanya pasif dan duduk manis mendengarkan. Lalu siapakah yang akan disalahkan ?.
Perubahan sistem kurikulum hendaknya dipikirkan matang-matang terlebih dahulu, karena jika tidak dipikirkan lebih matang, sistem kurikulum yang hendak dan bertujuan merubah dunia pendidikan Indonesia  menjadi lebih baik akan menjadi tujuan yang berbalik arah, yaitu menjadikan pendidikan Indonesia lebih buruk dari sebelumnya dikarenakan kurang siapnya persiapan-persiapan yang ada dan kerancauan dalam sistem pembelajaran yang baru.
Memang, perubahan kurikulum itu bukan sesuatu yang ditabukan atau dilarang. Justru kurikulum harus dirubah sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman jika kita benar-benar telah siap untuk merubahnya dan tidak adanya kecacatan disana-sini.
Hal yang seringnya terjadi akibat berganti-ganti kurikulum membuat beberapa pihak merasa bingung. Sistemnya berganti, metodenya berganti, model pembelajarannya berganti, dan standar kometensinya pun akan berganti. Tentu untuk seorang guru akan sulit untuk menyusun ulang program-program pengajaran dari kurikulum lama ke kurikulum yang baru. Dan untuk seorang siswa akan lebih bingung dan terbebani karena dituntut belajar ekstra dengan adanya perubahan-perubahan yang baru.
Kabar tentang akan adanya kurikulum 2013, yang akan menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 rupanya akan sedikit berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Pada kurikulum 2013, jumlah mata pelajaran di SD dan SMP akan dikurangi. Di SD, misalnya, dari 10 mata pelajaran menjadi 6 mata pelajaran. Sementara untuk SMP, dari 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. Pemadatan inilah yang kemudian menimbulkan persoalan baru. Mata pelajaran IPA dan IPS di Sekolah Dasar, misalnya, akan diintegrasikan kedalam Bahasa Indonesia.
Pemadatan pelajaran IPA dan IPS kedalam Bahasa Indonesia akan menimbulkan persoalan mengenai pelajaran kesusasteraan, gaya bahasa, ataupun ejaan yang disempurnakan ( EYD ) yang masih diperlukan ditingkat sekolah dasar.
Direktur Jendral Pendidikan Dasar Kemdikbud, Suyanto menjelaskan, materi IPA atau IPS  itu akan lebur kedalam tema-tema yang telah ditentukan. Semua fenomena alam sejatinya bisa dimasukkan kedalam pelajaran membaca di Bahasa Indonesia.

Sisi lain yang masih menjadi persoalan Kurikulum 2013 adalah penambahan jam pelajaran dari 26 jam menjadi 30 jam per minggu untuk siswa SD, dan jam pelajaran siswa SMP bertambah dari 32 jam menjadi 36 jam per minggu.
1.    Perkembangan struktur kurikulum Sekolah Dasar

   Struktur kurikulum sekarang

No
Komponen
I
II
III
IV
V
VI
A
Mata Pelajaran






1
Pendidikan Agama



3
3
3
2
Pendidikan kewarganegaraan



2
2
2
3
Bahasa Indonesia



5
5
5
4
Matematika



5
5
5
5
IPA



4
4
4
6
IPS



3
3
3
7
Seni budaya dan Keterampiln



4
4
4
8
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan



4
4
4
B
Muatan Lokal



2
2
2
C
Pengembangan Diri



2
2
2
Jumlah
26
27
28
32
32
32
Sumber : Kompas.com ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )

   Usulan struktur kurikulum baru 2013
Alternatif 1
No
Komponen
I
II
III
IV
V
VI
A
Kelompok A






1
Pendidikan Agama
4
4
4
4
4
4
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5
6
6
6
6
6
3
Bahasa Indonesia
8
8
10
10
10
10
4
Matematika
5
6
6
6
6
6
B
Kelompok B






1
Seni Budaya dan Prakarya
4
4
4
6
6
6
2
Pendidikan Jasmni, Olahraga, dan Kesehatan
4
4
4
4
4
4
Jumlah
30
32
34
36
36
36
Sumber : Kompas.com ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )
Alternatif 2
No
Komponen
I
II
III
IV
V
VI
A
Kelompok A






1
Pendidikan Agama
4
4
4
3
3
3
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
5
6
6
4
4
4
3
Bahasa Indonesia
8
8
10
7
7
7
4
Matematika
5
6
6
6
6
6
5
IPA
-
-
-
3
3
3
6
IPS
-
-
-
3
3
3
B
Kelompok B






1
Seni Budaya dan Prakarya
4
4
4
6
6
6
2
Pendidikan Jasmni, Olahraga, dan Kesehatan
4
4
4
4
4
4
Jumlah
30
32
34
36
36
36
Sumber : Kompas.com ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )
2.    Perkembangan struktur kurikulum Sekolah Menengah Pertama

   Struktur kurikulum sekarang

No
Komponen
VII
VIII
IX
A
Mata Pelajaran



1
Pendidikan Agama
2
2
2
2
Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
3
Bahasa Indonesia
4
4
4
4
Matematika
4
4
4
5
IPA
4
4
4
6
IPS
4
4
4
7
Bahasa Inggris
4
4
4
8
Seni Budaya
2
2
2
9
Pendidikan Jasmai, Olahraga, dan Kesehatan
2
2
2
10
Keterampilan/Teknologi Informasi & Komunikasi
2
2
2
B
Muatan Lokal
2
2
2
C
Pengembangan Diri
2
2
2
Jumlah
32
32
32
Sumber : Kompas.com ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )


   Usulan struktur kurikulum baru 2013

No
Mata Pelajaran
VII
VIII
IX
Kelompok A



1
Pendidikan Agama
3
3
3
2
Pendidikan Kewarganegaraan
3
3
3
3
Bahasa Indonesia
5
5
5
4
Matematika
5
5
5
5
IPA
4
4
4
6
IPS
4
4
4
7
Bahasa Inggris
4
4
4
Kelompok B



1
Seni Budaya*
3
3
3
2
Pendidikan Jasmai, Olahraga, dan Kesehatan*
3
3
3
3
Prakarya*
4
4
4
Jumlah
38
38
38
* ( termasuk muatan lokal )
Sumber : Kompas.com ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )

Dampak penambahan terhadap aktivitas sosial siswa di luar sekolah ini harus dihitung betul, seperti mengikuti madrasah ataupun kursus-kursus di luar materi pelajaran sekolah.
Hal lain yang membedakan Kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya adalah buku pelajaran disediakan oleh pemerintah melalui buku paket. Bahkan, pemerintah memiliki buku induk pelajaran untuk guru dan murid. Penerbit tidak lagi memiliki kesempatan untuk menawarkan dan menjual buku ke sekolah-sekolah.
Perubahan kurikulum yang terjadi banyak menimbulkan berbagi fenomena negatif, separti Kurikulum 2006 yang dianggap masih menimbulkan fenomena-fenomena negatif, seperti, beban siswa terlalu berat karena terlalu banyak pelajaran serta curang bermuatan karakter sehingga memunculkan plagiarisme, kecurangan, perkelahian pelajar, tawuran antar pelajar, dan berbagai persoalan lain.
Diramu dengan tantangan masa depan, seperti tantangan globalisasi, persoalan hidup, perkembangan teknologi, serta kompetensi individual yang mampu berkomunikasi, berpikir jernih dn kritis, serta kompetensi lain, perubahan kurikulum menjadi 2013 yang akan diterapkan secara bertahap di SD, SMP, dan SMA.
Perubahan kurikulum 2013 ini menjadi harapan besar bagi bangsa Indonesia, karena berdasarkan laporan Mc.Kin Sey Global Istitute “Indonesia Today”, yang selalu menjadi acuan pemerintah, kompetensi, dan kreativitas pelajar Indonesia berada di bawah Jepang, Thailand, Singapura, dan Malaysia, terutama di bidang sistematika dan sains. Padahal, kedua bidang itu merupakan dasar dari kemampuan berpikir rasional.
Harapan pemerintah dengan bergantinya kurikulum yang baru itu juga akan mampu menjawab konvergensi peradaban. Ada keinginan, Indonesia tidak sekedar membangun ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun peradaban dunia. Untuk mencapai itu, kompetensi siswa dan guru di Indonesia mau tidak mau harus diubah karena tuntutan zaman yang selalu berubah.
Semoga penerapan yang akan dilakukan pada sistem kurikulum baru ini, yaitu Kurikulum 2013, akan berhasil dan sukses seperti tatanan bahasa dan konsep kurikulumnya yang sangat indah, sehingga tidak akan timbul kesan, perubahan kurikulum menjadi sia-sia karena tidak diikuti perubahan implementasi pengajarannya.
Sukseskan Kurikulum 2013, semangat baru bagi bangsa ini, bangsa Indonesia.








Daftar Pustaka
Kompas.com
Kemendikbud.ac.id
Kemendiknas.ac.id
Munib, Achmad. 2011. Pengantar Ilmu Pendidikan , Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Munib, Achmad. 2012. Pengantar Ilmu Pendidikan , Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang, Semarang.