Kamis, 28 Maret 2013

Writing Assignment Part V



ROBOTS
A robot is a mechanical device that can perform boring, dangerous, and difficult tasks. First of all, robots can perform repetitive tasks without becoming tired or bored; accordingly, they are used in automobile factories to weld and paint; besides, robots can  function in hostile environments; as a result, they are useful for exploring the ocean bottom as well as deep outer space. Finally, robots can perform tasks requiring pinpoint accuracy;consequently,  in the operating room, robotic equipment can assist the surgeon; for instance, a robot can kill a brain tumor, and It can operate on a fetus with great precision.

The field of artificial intelligence is giving robots a limited ability to think and to make decisions; however, robots cannot think conceptually, nor can they function independently. Humans have to program them; otherwise, they are useless. Therefore, humans should not worry that robots will take over the world-at least not yet.




Writing Assignment Part IV

Semarang State University or often referred to as Unnes is a college established in 1965 and is now 8 years old. This college is located in the capital city of Central Java; however, lies above the hills, bustling rural areas due to this there is a college. This college is located so far from town, so it is difficult to reach by public transportation.
Unnes is a green college; besides highly value cleanliness; otherwise, Unnes coined the nickname as a University Conservation. Unnes is one of the best Education Universities in Indonesia, the most popular Education Universities in Indonesia, too.

As a
University Conservation, Unnes is very concerned about the environment and strive to maintain the existing environment. Many programs  apply in protecting the environment; for example, Unnes is prohibited from using motor vehicles in working hours in the college. Lecturers and students do not drive their cars, nor do they ride their motorcycle. Lecturers, students, and citizens Unnes are participants in maintaining cleanliness in the college area, for they are citizens of the college struggling with the college every day.
Lots of things to do to keep this environment, but there are many things that can damage the environment. The programs that have been launched by Unnes to keep the environment is very good; otherwise, so many things are not yet done, so from now on and of the little things that we take and maintain our environment.

Kamis, 21 Maret 2013

Special Karma I ( Kari Maca )

Nilai Kehidupan

Oleh : Wahyu Fahmi Pribadi

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silahkan pindah ke tempat lain.



Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.”
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.
Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia, masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Writing Assignment Part III



My Foster Brothers
I have two foster brothers. They are Raden Andri Wijaya an Ardiansyah Visnu Asmara. They are very kind and handsome.
My first foster brother, My older brother too, He is Raden. He was 28 years old. He works at PTPN III oil palm and rubber plantation as an assistant foreman in Binjai, Medan. He has became a successful. He has a house, a car, and a motorcycle from his hard work. He promised, Someday, he will take me to travel to the Puket beach and go to Nederland.
My second foster brother, known as Ardy. He was 20 years old. He is a very handsome boy. His parents come from Australia and Singapore, so no wonder his face is so westernized. He studies at University of Batam taking Epidemiology science. He always give me motivations and passion for my life.
We were born in the same month, June. Raden was born on 10 June, Ardy on 21 June, and I on 18 June, and no wonder if we have the character and attitudes are virtually identical.
Both Raden and Ardy, they always give their life experience, so I can study and understand by them. Although as my foster brothers, They are important and meaningful people to my life.
I love them. Yesterday, now, and forever.